Musalla As-Salam Kompleks Keistimewaan Aceh Semakin Hidup Selama Ramadhan

MUSALLA As-Salam di tengah perkantoran Pemerintah Aceh, yaitu Dinas Syariat Islam Aceh, Mahkamah Syar’iyah Aceh, Majelis Pendidikan Aceh, Majelis Adat Aceh, Baitul Mal Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan Dinas Pangan Aceh menjadi sangat strategis sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjamaah bagi aparatur dari sejumlah perkantoran di sekelilingnya—termasuk masyarakat. Mengingat strategisnya posisi rumah ibadah tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam Aceh tidak hanya memanfaatkan Musalla As-Salam untuk kegiatan shalat zuhur dan ashar berjamaah aparatur pemerintahan tetapi diperluas fungsinya menjadi tempat pembinaan umat, menguatkan pemahaman keagamaan dan merajut ukhuwah islamiah. “Terkait dengan tujuan memperluas fungsi Musalla As-Shalam, maka kita laksanakan kegiatan pengajian rutin, baik harian, mingguan, bulanan, maupun pengajian selama bulan suci Ramadhan,” begitu informasi yang diterima Theacehpost.com dari Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum.

Pengajian rutin Ramadhan 1442 H di Musalla As-Salam Kompleks Keistimewaan Aceh di Banda Aceh berlangsung mulai 1 Ramadhan 1442 H bertepatan 13 April 2021. Kegiatannya berupa ceramah keagamaan setelah shalat zuhur berjamaah.

Kasi Pengembangan Sarana Keagamaan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Mukhtar, S.Ag kepada Theacehpost.com mengatakan, ceramah perdana di Musalla As-Salam pada 1 Ramadhan 1442 H seyogyanya diisi oleh Kepala Dinas Syariat Islam, Dr. EMK Alidar, S.Ag, M.Hum.

“Namun karena Pak Kadis berhalangan, digantikan oleh Sekretaris DSI Aceh, Pak Muhibuthibri, S.Ag,” kata Mukhtar.

Menurut Mukhtar, di hadapan puluhan jamaah pengajian yang merupakan aparatur pemerintahan dari perkantoran sekitar Musalla As-Salam, Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh menjelaskan berbagai keutamaan bulan suci Ramadhan.

Sekdis Syariat Islam Aceh, Muhibuthibri menyerukan untuk memperbanyak ibadah wajib maupun sunat di bulan suci ini dan sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk taubat dari berbagai kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan.

Pengajian rutin

Kasi Pengembangan Sarana Keagamaan DSI Aceh, Mukhtar, S.Ag menjelaskan, pengajian rutin yang dilaksanakan di Musalla As-Salam dalam bentuk ceramah agama yang disampaikan oleh da’i/penceramah selama lebih kurang 15 hingga 20 menit diiringi tanya jawab seputar tema yang telah ditentukan oleh panitia.

Penceramah berasal dari berbagai unsur, di antaranya dari Dinas Syariat Islam Aceh, ulama dayah, penceramah Masjid Raya Baiturrahman, dan akademisi khususnya dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam.

Tema yang diangkat oleh penceramah seputar syariat Islam, sejarah peradaban Islam, fiqih, hadits, tafsir, akhlak, pemikiran Islam, hukum Islam, ekonomi Islam, siyasah syar’iyah, komunikasi Islam, dan Aqidah.

“Ceramah Ramadhan di Musalla As-Salam ini difasilitasi Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam Aceh. Insya Allah dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pemahaman keislaman aparatur dan masyarakat sekitar kompleks keistimewaan Aceh yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga cerdas spiritual,” kata Kadis Syariat Islam Aceh, Dr. EMK Alidar, S.Ag, M.Hum melalui Kasi Pengembangan Sarana Keagamaan, Mukhtar, S.Ag. (dsi/Redaksi)

Sumber : Theacehpost.com