Terwujudnya Orang-orang Yang Bertaqwa

 

Banda Aceh l Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia disisi Allah, dimana bulan ini adalah bulan yang paling baik diantara bulan yang lain, setiap kaum muslimin sangat rindu dan bahagia dengan datangnya bulan suci ramadhan. Oleh karena itu setiap perbuatan-perbuatan baik yangdilakukan manusia akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Bidang Peribadatan Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan memanfaatkan momentum bulan ramadhan ini sebagai program mengadakan ceramah singkat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar para jamaah bisa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah di bulan  suci ramadhan, ini merupakan ceramah minggu kedua di mushalla As-Salam komplek keistimewaan Aceh Jeulingke Banda Aceh, senin (5/6/17) ba’da Dzuhur.

Ustad Badrul Munir, dalam ceramahnya mengangkat tema “Terwujudnya Orang-Orang Yang Bertaqwa”. Dalam tausyiah singkat ini, beliau memaparkan bahwa bulan ramadhan yaitu tempat melatih kita, tempat latihan dan di ibaratkan seperti Training Center (TC) sehingga apabila kita benar-benar berhasil melakukan latihan ini, maka diharapkan ketika kita keluar dari latihan ini akan sukses dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai latihan yang kita jalankan pada bulan ramadhan ini.

Lebih lanjut Ustad Badrul Munir, maka ini yang akan kita kupas latihan-latihan apa saja yang ingin ditempa melalui bulan ramadhan, sehingga nanti visi “Laa ‘allakum tattaqun” yaitu tewujudnya manusia yang bertaqwa yang tertanam dalam diri manusia setelah bulan ramadhan nanti.

"Maka dalam puasa ini ada indikator-indikator yang baik yang ingin diraih yaitu latihan kesabaran, jika kita liat dalam puasa ini pribadi orang menjadi benar-benar sangat sabar dan dibulan ramadhan hati kita penuh dengan keimanan mencari pahala dari Allah dan Ridha Allah. Berempati  terhadap orang lain dibulan ramadhan ini dan kita di tuntut untuk bersolidaritas kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu, siapa yang dianugerahkan rezeki yang lebih maka keluarkanlah sedikit dari pada hartanya", tegas Ust Badrul Munir diakhir ceramahnya. [Agusdi/M. Iqbal]